Malam Ini
Angin bertiup sepoi sepoi
Bahkan hujan pun menitik…
Bahkan kupercaya saat ini kau pun terkena titik hujan yang sama…
Akupun berdoa untukmu… tak berharap sebuah atap melindungi kepalaku.
Hanya inginku, kau disana. Bahagia. Bahkan tanpa namaku terngiang dalam hatimu lagi. Walau bibir ini terkecup oleh bibir yang lain dan bukan milikmu… Tapi kuyakin hujan ini akan menitiki bibirmu… Sama seperti saat ini kupikirkan dirimu, kurindukanmu lebih dari sebuah atap melindungi kepalaku dari titik hujan ini…
Aku terlalu menginginkamu, akupun sakit dan akupun terlapuk…
Hanya ini yang bisa kuberikan untuk cinta yang tetap ada…
Hanya meluruh…
Hanya perih…
Aku sungguh sangat mencintaimu. Kata ini terdengar begitu klise. Tapi entah aku sangat sakit. Kupetik gitar dengan empat senar untukmu. Asalkan kau tahu memarnya hatiku tanpamu. Pikirku begitu hampa. Jariku lunglai. Mataku terbutakan dirimu. Aku sungguh mencintaimu. Bahwa cinta menabur perih dan menarik nyawaku melewati kerongkonganku yang telah kering karena terlalu mengelu elukan cintaku untukmu.
Napasku saat ini begitu memburu… Bibirku kelu… Tapi kusadar cinta ini.
Bahkan hujan pun menitik…
Bahkan kupercaya saat ini kau pun terkena titik hujan yang sama…
Akupun berdoa untukmu… tak berharap sebuah atap melindungi kepalaku.
Hanya inginku, kau disana. Bahagia. Bahkan tanpa namaku terngiang dalam hatimu lagi. Walau bibir ini terkecup oleh bibir yang lain dan bukan milikmu… Tapi kuyakin hujan ini akan menitiki bibirmu… Sama seperti saat ini kupikirkan dirimu, kurindukanmu lebih dari sebuah atap melindungi kepalaku dari titik hujan ini…
Aku terlalu menginginkamu, akupun sakit dan akupun terlapuk…
Hanya ini yang bisa kuberikan untuk cinta yang tetap ada…
Hanya meluruh…
Hanya perih…
Aku sungguh sangat mencintaimu. Kata ini terdengar begitu klise. Tapi entah aku sangat sakit. Kupetik gitar dengan empat senar untukmu. Asalkan kau tahu memarnya hatiku tanpamu. Pikirku begitu hampa. Jariku lunglai. Mataku terbutakan dirimu. Aku sungguh mencintaimu. Bahwa cinta menabur perih dan menarik nyawaku melewati kerongkonganku yang telah kering karena terlalu mengelu elukan cintaku untukmu.
Napasku saat ini begitu memburu… Bibirku kelu… Tapi kusadar cinta ini.
Imipramine - Nova Riyanti Yusuf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar